Sometime it is good to write in my mother tongue. We were playing around in our WhatsApp group and this is the result. Enjoy (",)
Kehidupan
By Faizul Rahman, Fairuz Razali & Syazwan Rosli (Bumi Allah, 2015)
Kurasa bayu malam
Meresap ke sanubari
Ku menantimu dalam kelam
Berharap ianya pasti
Ingin kuselami erti kehidupan
Ku dengar hingar tanpa mu disisi
Di tengah tasik di dalam sampan
Di sini aku terpaku sepi
Aku tidak pernah berurusan denganmu
Dengan sesuatu yang lebih sukar dari hatiku
Adakala ia bersamaku
Adakala ia menentangku
Gerhana di langit amat menawan
Gerhana di hati siapa yang tahu?
Kalau Cik Adik sudi dan tertawan
Mahukah Cik Adik disuap madu?
Kerdip kerdip bintang
Kuharap ia gemilang
Hatiku berasa sangat genting
Berjumpa si gadis Peking
Menyembah, tunduk dan ibadah
Bagi yang beriman adalah riadah
Dibuat tanpa riuh
Bukan untuk menjadi jaguh
Menyembah Tuhan yang esa
Di dalam suasana desa
Bersama para satria dan laksamana
Wira nusa dan bangsa
Quote of the Day
"This universe can very well be expressed in words and syllables which are not those of one's mother tongue." - Tahar Ben Jelloun

Comments
Post a Comment